Tips Jitu Menghindari Gaya Hidup Konsumtif, Yuk Coba!

Gaya hidup modern saat ini sering diasumsikan sebagai gaya hidup konsumtif yang hanya menghamburkan uang.

Hal ini disebabkan oleh banyak hal mulai dari gengsi tinggi, mengikuti tren terbaru, hidup berkemewahan, hingga suka dikagumi.

Gaya hidup yang semakin tinggi membuat perilaku konsumtif seseorang berubah. Apalagi, kehadiran teknologi telah memudahkan berbagai aktivitas, terutama berbelanja.

Tanpa disadari, perilaku hidup konsumtif memiliki dampak buruk terhadap kondisi keuangan Anda. Jika tidak bisa mengatasi atau menghilangkannya, maka Anda akan mengalami masalah keuangan yang serius, seperti terjerat hutang.

Jadi, kamu harus mulai merubah kebiasaan tersebut mulai sekarang. Dengan mengurangi kebiasaan buruk, Parent Pinters bisa menyiapkan anggaran untuk pendidikan anak di masa mendatang.

Gaya hidup konsumtif pada seseorang tentunya bisa dicegah dan diubah agar kembali memiliki gaya hidup “sehat” dari segi keuangan maupun mental.

 

1.Membuat prioritas kebutuhan, Menabung dan investasi

Membuat prioritas kebutuhan, Menabung dan investasi

Langkah awal untuk menjauhi gaya hidup hedon adalah dengan menyusun daftar kebutuhan prioritas. Buatlah daftar prioritas tersebut kemudian tanamkan dalam pikiran bahwa kamu harus lebih memprioritaskan hal tersebut daripada lainnya.

Jika ingin menghilangkan kebiasaan perilaku konsumtif dan hedonis, maka susunlah anggaran belanja per bulannya.

Setiap pengeluaran pun juga harus dicatat dan diatur. Cara ini bisa menentukan target pengeluaran Anda setiap bulan.

Menyusun anggaran belanja memang terlihat mudah, namun melakukannya yang sulit. Pastikan Anda mengendalikan diri dan tidak tergoda dengan kebiasaan berbelanja.

Jadi ketika timbul hasrat membeli sesuatu di luar kebutuhan, kamu bisa lebih berpikir panjang, apakah barang tersebut masuk daftar prioritas kebutuhan atau hanya keinginan belaka.

Menabung adalah salah satu cara yang tepat untuk menghilangkan perilaku keuangan konsumtif. Untuk orang yang memiliki gaya hidup konsumtif, biasanya sangat sulit untuk menabung ataupun investasi karena Sebagian besar penghasilannya dialokasikan untuk memenuhi gaya hidup.

Padahal menabung dan investasi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak, membayar DP rumah, atau persiapan dana pensiun.

Menabung tidak harus dalam jumlah banyak, kamu bisa menyisihkan 10-30% penghasilan per bulan untuk pos keuangan ini.

 

2.Minimalkan penggunaan kartu kredit dan Kurangi cuci mata offline ataupun online

Minimalkan penggunaan kartu kredit dan Kurangi cuci mata offline ataupun online

Hal penting yang benar-benar harus kamu ingat adalah kartu kredit merupakan alat pembayaran, bukan alat hutang.

Gunakanlah kartu kredit dengan bijak dan manfaatkan promo ataupun diskon yang diberikan oleh bank penyedia kartu kredit agar pengeluaran kamu bisa lebih hemat.

Jangan malah terayu untuk membeli barang-barang tidak esensial dengan kartu kredit. Perlu diingat, dalam perencanaan keuangan, maksimal proporsi yang ideal untuk pos hutang maksimal sebesar 30% dari penghasilan setiap bulan.

Jika lebih dari itu, keadaan keuangan kamu bisa goyah dan berpotensi mengalami masalah keuangan. Jalan-jalan atau cuci mata kini tidak hanya bisa dilakukan di mall.

Semenjak pandemik ini godaan belanja online jauh lebih besar karena tidak butuh effort banyak saat belanja.

Tapi justru hal ini bisa memicu gaya hidup hedon, niat awalnya hanya sekedar cuci mata virtual, banyak lho yang berakhir dengan checkout belanjaan. Sebenarnya boleh saja belanja online, asalkan barang tersebut merupakan kebutuhan bukan sekedar iseng dibeli karena lucu atau diskon.

 

3.Beramal dan bersedekah

Beramal dan bersedekah

Cara yang satu ini memang terlihat religi, namun tidak kalah ampuh untuk mengubah perilaku konsumtif.

Dengan beramal dan bersedekah berarti kamu telah berbagi dengan orang-orang lain yang membutuhkan. Dari segi mental, berbagi dengan orang lain akan memberikan kamu perasaan bahagia dan nyaman sehingga dapat lebih mengendalikan keinginan untuk hidup hedon.

Terlebih di keadaaan ekonomi yang serba tidak pasti ini, ada baiknya kamu mulai membiasakan hidup hemat dan mengatur keuangan secara bijak. Jangan sampai memiliki hutang konsumtif hanya untuk kebutuhan ego.

Untuk keluar dari gaya hidup konsumtif memang tidak mudah, dibutuhkan komitmen dan kemauan kuat untuk meninggalkannya.

 

Nah, itulah beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk meninggalkan gaya hidup yang konsumtif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.